Ilmu Admin Bisnis FISIP UNPAS Dorong UMKM Aromanis Barokah Kembar di Parongpong KBB
JURNAL SOREANG - Dengan dipimpin dosen Muhammad Fikri Maulana S.Ab., MBA, dan Dr. Yuyun Yuniarti, M.Si, Ilmu Administrasi Bisnis FISIP UNPAS menggelar program kemitraan dan pemberdayaan UMKM.
Program ini juga melibatkan mahasiswa yakni Firda Sulaeman dan Dwiananda Reza Aziza.
Menurut Muhammad Fikri Maulana, jumlah UMKM yang ada di Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
"Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat, jumlah UMKM di Kabupaten Bandung Barat pada tahun 2019 adalah 12.119 unit," katanya.
Jumlah ini meningkat menjadi 12.005 unit pada tahun 2020, dan pada tahun 2021 meningkat lagi menjadi 22.366 unit.
"Peningkatan jumlah UMKM di Kabupaten Bandung Barat ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain perkembangan ekonomi Kabupaten Bandung Barat yang semakin pesat, sehingga membuka peluang usaha baru bagi Masyarakat," ucapnya.
Selain itu, dukungan pemerintah Kabupaten Bandung Barat dalam mengembangkan UMKM, seperti pemberian pelatihan dan bantuan modal.
Faktor lainnya perkembangan teknologi yang memudahkan masyarakat untuk memulai usaha.
"Peningkatan jumlah UMKM di Kabupaten Bandung Barat ini memiliki dampak positif bagi perekonomian daerah. UMKM berperan penting dalam menyerap tenaga kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan menggerakkan roda perekonomian daerah," katanya.
Berdasarkan data dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bandung Barat, sektor usaha yang paling banyak digeluti oleh UMKM di Kabupaten Bandung Barat adalah sektor perdagangan, yaitu sebesar 62,3 persen.
"Sektor lain yang juga banyak digeluti oleh UMKM adalah sektor pertanian, yaitu sebesar 18,5%, sektor jasa, yaitu sebesar 13,7%, dan sektor industri, yaitu sebesar 5,5%," katanya.
UMKM di Kabupaten Bandung Barat memiliki potensi yang besar untuk berkembang.
"Namun, UMKM juga menghadapi berbagai tantangan, antara lain: Persaingan yang semakin ketat, Kurang terampilnya pelaku UMKM dalam mengelola usaha dan Kurangnya akses terhadap modal dan pasar," katanya.
UMKM Aromanis Wafer Barokah Kembar sebagai mitra karena Kecamatan Parongpong dengan beberapa desa di dalamnya menjalin kerjsama dan menjadi Kecamatan Binaan program studi Administrasi Bisnis UNPAS.
"Kami sudah bersepakat bekerjasama pada tahun 2022 sampai dengan saat ini," katanya.***
Post a Comment for "Ilmu Admin Bisnis FISIP UNPAS Dorong UMKM Aromanis Barokah Kembar di Parongpong KBB"
Post a Comment