Jangan Remehkan Siapapun: 6 Rahasia Orang yang Dulu Diremehkan dan Kini Sukses

- Ketika masih duduk di bangku sekolah, kita kerap menyaksikan bagaimana seseorang kadang ditertawakan oleh kawan-kawannya lantaran tampilan fisik mereka yang tak terlalu menarik, kesulitan untuk ikut serta dalam gaya hidup sebagian besar siswa lain, atau alasan-alasan lain semacam itu.

Padahal orang yang kita anggap rendahan sekarang, mungkin akan tumbuh menjadi lebih baik di masa depan, sementara mereka yang mengecilkan dirinya belum tentu dapat melakukan hal serupa. Lebih-lebih lagi jika penilaian itu berdasarkan pada penampilan luar atau status sosial semata.

Menurut informasi yang diambil dari situs web Lembaga Amil Zakat Nurul Hayat pada hari Kamis (22/05), tindakan mengabaikan perasaan oranglain dapat tercermin melalui kata-kata, perilaku, maupun bahasa tubuh seseorang.

Akhirnya, mereka yang diremehkan tersebut merasa rendah diri atau kesal namun menyimpan amarah karena berpikir tak pantas melawan. Menurut artikel di Small Biz Technology pada hari Kamis (22/05), terdapat enam strategi bagi individu yang pernah dilecehkan sejak masa sekolah dan berhasil maju dalam hidup:

1. Mereka menggunakan daya tarik dari frasa "Saya akan membuktikan kepada Anda."

Seperti yang dicatat Greg McKeown dalam bukunya Essentialism, "Jika kamu tidak memprioritaskan hidup, orang lain akan melakukannya." Kulit tebal itu, ditambah keinginan yang membara untuk menunjukkan kepada semua orang tentang kemampuanmu, hingga dapat menjadi dorongan untuk kesuksesan.

2. Mereka mengadopsi pola pikir otodidak

Saat lepas dari batasan-batasan pendidikan konvensional, kita punya kesempatan untuk menemukan berbagai sumber belajar yang mengagumkan seperti kursus daring, seminar web, dan komunitas bagi para siswa.

Sebagaimana dijelaskan oleh Cal Newport, "Hidup dengan kedalaman merupakan hidup yang berkualitas." Ia mengutamakan konsentrasi mendalam pada tugas-tugas bernilai dibandingkan hanya berfokus pada hal-hal permukaan.

Banyak orang yang terpinggirkan dalam dunia pendidikan umumnya menunjukkan minat pada jenis belajar yang lebih mendalam dan otonom karena mereka perlu menggali ilmu dengan cara mereka sendiri.

3. Mereka mengembangkan perspektif yang unik

Terkadang, tidak cocok dengan sistem sekolah berarti kamu melihat dunia secara berbeda. Alih-alih berpikir di dalam struktur IPK dan bintang emas yang kaku, kamu datang ke masalah dari sudut yang mungkin diabaikan orang lain.

Setelah mereka menemukan peretasan, pengkodean, dan membangun solusi secara online, mereka menemukan bahwa bisa unggul dalam mengatasi tantangan dunia nyata.

4. Mereka menggunakan rasa simpati serta ikatan personal

Ini mungkin terdengar berlawanan dengan intuisi, tetapi banyak dari "yang pendiam" atau mereka yang merasa dikesampingkan di sekolah mempelajari seni pengamatan.

Sebaliknya dari mendominasi pembicaraan, mereka justru lebih banyak mendengarkan, menyimak bahasa tubuh, serta menangkap petunjuk-petunjuk sosial. Dengan berlalunya waktu, pendekatan seperti itu biasanya membawa kepada peningkatan tingkat kecerdasan emosi yang signifikan, yaitu suatu kemampuan bernilai di dunia bisnis, kepemimpinan, maupun kehidupan sehari-hari.

5. Mereka mempelajari cara agar bisa bertahan.

Orang-orang yang sudah terbiasa menghadapi kegagalan ataupun kritikan berkelanjutan akan menanganinya dengan damai saja. Respons yang tepat ialah bahwa saat Anda telah biasa bertemu tantangan, maka Anda juga belajar untuk selalu bisa bangkit lagi.

Orang-orang yang menerima penolakan atau keraguan berkelanjutan sejak awal cenderung berkembang menjadi lebih tahan lama. Ketika mereka memulai usaha atau merintis karier di dunia korporasi, mereka telah memiliki kekuatan mental bawaan yang membuatnya dapat mengatasi hambatan dengan sikap tenang dan damai.

6. Mereka mendapatkan pembimbing dari lingkup luar

Bila seseorang tak dikenali atau terabaikan di lingkungan sekolah, biasanya mereka akan mencari dukungan dan arahan dari pihak lain. Sebagai gantinya pengajar atau penasehat pendidikan formal, mereka bisa berpaling kepada pebisnis setempat, pembimbing daring, ataupun figur menginspirasi dalam komunitasnya.

Apabila Anda tak memperoleh bantuan di lingkup kelas, coba cari di area lain; biasanya akan ada pembimbing yang mampu memberikan wawasan dan pengalaman yang lebih sesuai dengan kebutuhanmu.

Singkatnya, kita tak boleh menilai remaja yang kerap dilecehkan di sekolah sebagai lemah atau tanpa potensi. Justru, dari tantangan itu, mereka mampu bertahan hidup dan tumbuh menjadi individu yang lebih kuat.

Post a Comment for "Jangan Remehkan Siapapun: 6 Rahasia Orang yang Dulu Diremehkan dan Kini Sukses"